Di Desa Terantang, Orang Utan itu panik...

Ketika tim pemetaan partisipatif yang terdiri dari sebagian warga Desa Terantang melewati daerah hutan lebat km 7 dari bibir sungai Mentaya, gemuruh pepohonan berderak keras karena satu ekor Orang Utan mungkin merasa terganggu dengan kedatangan warga tersebut berputar-putar dari pohon ke pohon dan mematahkan serta merobohkan beberapa pohon. Dan menurut warga yang melihat kejadian itu iseng berkata : mungkin Orang Utan itu berpikir : mau ngapain nich orang kampung ke sini !


Orang Utan1

Orang Utan2

Di Desa Terantang, Seranau, Kotim : Sang anak memperhatikan Tarian Jemari Ibunda membuat Tas Purun

Desa Terantang, Seranau, Kotim, memiliki sumber daya alam rotan, karet dan purun yang melimpah. Namun, tanaman purun (sejenis pandan yang tumbuh liar di wilayah Desa Terantang) untuk saat ini hanya dimanfaatkan oleh sebagian kecil penduduk desa tersebut.
Secara ekonomi, kerajinan tangan ini bisa menjadi alternatif pendapatan keluarga disamping mata pencaharian utama.


sang anak sedang memperhatikan tarian jemari ibunya1

sang anak sedang memperhatikan tarian jemari ibunya2

hasil tarian jemari ibunda

Desa Terantang, Seranau, Kotim Sedang Memetakan Wilayahnya Sendiri




Warga sedang mencatat informasi penting yang ada di wilayah desanya




Warga Desa Terantang, Kecamatan Seranau Kabupaten Kotawaringin Timur, sedang melakukan pemetaan desa secara partisipatif. Adapun maksud dan tujuan pemetaan desa ini ialah mengetahui tentang kewilayahannya. Disamping itu, peta dijadikan sumber informasi tentang keadaan desa dan untuk mengatur rencana tata ruang wilayahnya sendiri sekaligus menjadi alat perjuangan untuk mempertahankan wilayah hak desanya.

Di Bawah Pohon Meranti, Titik 5 Km didapat

Kayu-kayu berserakan...

dipersembahkan untuk seseorang yang mempunyai hobby dan tangan terampil mengolah limbah kayu ini menjadi alternatif pendapatan....

limbah kayu di sungai Mentaya

limbah kayu di sungai Terantang

limbah kayu di sungai


PT. MARUBENI berkunjung ke Desa Terantang, Kecamatan Seranau, KOTIM

berdiskusi
Pada tanggal 29 Oktober 2012, sebuah perusahaan dari Jepang yaitu PT. MARUBENI mengunjungi desa Terantang. Dalam kunjungannya yang berlangsung hujan tersebut, PT. MARUBENI ingin bersilaturahmi dengan para warga dan Kepala Desa Terantang dan melihat dari dekat sumber daya alam dan produk asli desa.
Dalam kunjungan lapangannya, PT MARUBENI menyempatkan untuk berdiskusi dengan para ibu-ibu yang sedang meruntih rotan, membuat kopi lokal dan melihat kebun agroforestry warga di belakang kampung desa Terantang.
PT. MARUBENI bekerja sama dengan Kementrian Kehutanan Indonesia untuk menyelenggarakan Studi Kelayakan REDD+ dengan kegiatan Belajar Bersama Masyarakat tentang Kewilayahan dan Percontohan Agroforestri untuk Alternatif Peningkatan Ekonomi yang Berkelanjutan.

melihat dan diskusi dengan ibu pembuat kopi
melihat lahan agroforesty warga

Di Desa Terantang, Karena Asap Kebakaran Hampir Saja.......

matahari tertutup asap
Waktu kejadiannya adalah pada hari sabtu, 29092012 pukul 07.13 WIB, ketika perjalanan dari desa Terantang menuju Sampit dengan menggunakan klotok reguler terantang-sampit pp. Awan mendung hasil asap pembakaran lahan di sekitar jalan raya sampit-palangka dan sekitarnya telah menimbulkan dampak buruk untuk kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat sekitar sampit. Dengan jarak pandang tidak jauh, karena pekatnya asap putih menutupi pandangan, nyaris saja klotok yang saya tumpangi menabrak pepohonan rengas yang tumbuh subur di bibir sungai mentaya, hampir saja...

dimana yach ini...
awas pohon...
hampir saja...

Desa Terantang Kecamatan Seranau, Kotawaringin Timur

Kantor Desa Terantang
Desa Terantang merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Propinsi Kalimantan Tengah. Posisi desa berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya  dengan posisi pada koordinat :
LS     :    02.407250
BT     : 113.057760

Menurut Kepala Desa Terantang, Bapak Chairil Anwar, SH, bahwa jumlah penduduk sampai tahun 2011 adalah sebanyak 438 KK atau sebanyak 1.761 jiwa. Sumber Daya Alam yang terbesar di desa Terantang adalah Rotan dan Karet.
Untuk datang ke desa Terantang ada dua alternatif yaitu lewat sungai Mentaya dengan menggunakan Klotok dari dermaga Sampit dengan ongkos Rp 12.000/orang setiap hari pada pukul 09.00 WIB dengan waktu selama 1 jam 10 menit. Sedangkan alternatif darat adalah pakai motor Ojek dari kota Sampit menuju jalan Palangkaraya atau di Km 12,4 dengan ongkos Rp 50.000/orang plus menyeberang dengan waktu selama 40 menit.

Sampit - Palangka Raya KM 9,4 Terbakar

Pada hari Selasa, 02-10-2012, 3 blok kebun warga terbakar..., atau sengaja dibakar...


KM 9,4 Sampit - Palangka

sekitar 3 Ha dibiarkan terbakar

ketika Desa Babaung listriknya byar..pret...

karena undangan, keadaan gelap gulita desa Babaung yang disebabkan listrik padam dalam waktu lama, namun tidak menyurutkan langkah para warga sekitarnya untuk menghadiri pertemuan...
hanya dengan diterangi lampu teplon berbahan bakar minyak tanah, acara terus berlangsung...


cahaya lampu teplon menerangi acara pertemuan

warga sudah terbiasa dengan keadaan lampu padam dengan waktu lama

REDD+ : Kemenhut Janji Percepat Izin PT Rimba Makmur Utama

JAKARTA: Kementerian Kehutanan berjanji akan mempercepat penandatanganan izin operasi kegiatan restorasi ekosistem yang diajukan PT Rimba Makmur Utama seluas 203.570 hektare di Kalimantan Tengah.

Seperti diketahui, PT Rimba Makmur Utama telah mengajukan permohonan izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu (IUPHHK) restorasi ekosistem sejak 2008.

Namun hingga kini, proses rehabilitasi hutan dengan komitmen penundaan masa penebangan di Kotawaringin Timur dan Katingan belum terealisasi karena terganjal mekanisme perizinan.

Sekjen Kemenhut Hadi Daryanto mengungkapkan pihaknya masih perlu meninjau dengan teliti dokumen IUPHHK hutan alam dan RE milik PT Rimba Makmur Utama.

Apalagi, areal konsesi di Kalteng masih harus mempertimbangkan sejumlah Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) dan kawasan peta moratorium.

"Sebentar lagi itu, masih harus ditinjau lagi. Saya harap dalam waktu secepatnya sudah ditandatangani Menhut," ujarnya, Senin (27/8/2012).

Hingga kini, sekitar 4 unit manajemen telah mengantongi IUPHHK-RE yakni PT Restorasi Ekosistem Indonesia, PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia, PT. Rimba Makmur Utama, dan PT Gemilang Cipta Nusantara.

Menteri Kehutanan baru saja menandatangani izin IUPHHK-RE yang diajukan oleh PT Gemilang Cipta Nusantara seluas 19.721 hektare di Riau.

Penandatanganan izin restorasi PT Rimba Makmur akan meningkatkan kawasan hutan restorasi sehingga diharapkan mendukung penurunan laju deforestasi hutan.

Nantinya, PT Rimba Makmur Utama perlu segera menyiapkan Rencana Kerja Usaha (RKU) pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan restorasi ekosistem. Di samping itu, perusahaan juga diwajibkan membayar ongkos perizinan sekitar Rp 40 miliar.

"Pemerintah akan menambah luas lahan restorasi ekosistem hutan apabila banyak perusahaan mengajukan izin untuk menghijaukan hutan yang rusak akibat ditinggalkan pemilik Hak Pengusahaan Hutan (HPH) atau IUPHHK hutan alam," ujar Hadi. (ra)

sumber : http://www.bisnis.com/articles/kementerian-kehutanan-janji-percepat-izin-pt-rimba-makmur


Selamat Idul Fitri 1433 H

Selamat Hari kemerdekaan Indonesia ke 67
tetap semangat dan jaga Indonesia-mu
Dan
 Selamat Idul Fitri 1433 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

redaksi

REDD+ : Hutan-ku adalah Hutang-ku

KLIMAT CENG, itulah yang terdengar dari salah satu anak SD kelas VI di Kabupaten Garut ketika asyik ramai-ramai melihat video perubahan iklim sambil ngabuburit (menunggu adzan Maghrib) di hari pertama bulan Ramadhan. Setelahnya, langsung disuguhi film "2012", anak-anak terhenyak dan seksama melihat kejadian satu dengan kejadian lainnya yang beraturan, dan beberapa pertanyaan yang mungkin tidak ada jawabannya, seperti: kejadian ini dinegara mana? mengapa ini bisa terjadiberapa korban pada kejadian ini? yach..., tidak mudah untuk menjawabnya, karena ini hanya sebuah film rekaan belaka.
Namun setelah film usai dan waktu adzan Maghrib masih cukup jauh, sedikit gambaran yang terkait dengan 2 film tersebut diceritakan bahwa itu semua karena murkanya alam terhadap manusia yang tidak bijaksana dalam menjaga dan melestarikannya. Dan kesempatan untuk menjaga dan melestarikan alam masih terbuka untuk tidak seperti di 2 film tersebut dengan cara tidak menebang pohon sembarangan dan menghancurkan hutan untuk kegiatan yang merusak alam. Indonesia merupakan sebuah negara yang masih mempunyai hutan yang cukup luas dan termasuk salah satu paru-paru dunia. Banyak negara-negara Industri di dunia ini menyumbangkan dana hibah atau pun bukan hibah untuk menjaga dan melestarikan hutan dari perusakan dan penggundulan. Sudah ratusan miliar dollar uang masuk ke Indonesia hanya untuk menjaga dan melestarikan hutan, dan dana tersebutlah yang menjadi pemicu untuk menghijaukan kembali hutan yang dirasa tidak hijau lagi. 
Dan uang hibah itu adalah Hutang untuk Hutan...
Sedangkan uang bukan hibah untuk hutan nanti akan dicarikan jawabannya yang benar...
Akhirnya, anak-anak bersiap-siap bubar untuk kembali kerumahnya, karena 10 menit lagi adzan Maghrib mau berkumandang...

Marhaban Yaa Ramadhan.... 1433 H

Selamat menjalankan Ibadah Puasa 1433 H
Semoga dalam menjalankannya selalu dalam Lindungan dan Ridho Lillahita'ala, amin....
-arwinhasan-

Orang Utan Duel dengan Seorang Petani : Hasilnya adalah terbantainya...

sumber photo : M.R. Kurnia
Menurut cerita singkat seorang teman, yaitu pak M.R. Kurnia sekaligus pengambil gambar (sesudah kejadian) duel antara 1 Orang Utan dengan seorang Petani, kejadian ini tepatnya di Desa Mendawai, Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan pada tahun 2010. Cerita singkatnya yang dihimpun dari beberapa warga yang mendengar langsung dari Petani menyebutkan bahwa kejadian ini berlangsung di kebun miliknya yang sebenarnya masih jauh dari pinggiran hutan dan merasa kaget dengan kedatangan Orang Utan tersebut. Karena kekagetan tersebut, entah siapa yang memulai diantara keduanya langsung terjadi perkelahian hebat, petani menderita luka ringan, sementara Orang Utan yang mungkin habitatnya di hutan Taman Nasional Sebangau ini bernasib naas pada waktu siang itu...

Kepala Desa Bapinang Hulu : Sugianur

Bapak Sugianur
Telah terpilih kembali bapak Sugianur pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Bapinang Hulu, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2012.
Semoga dalam menjalankan tugas periode ke-2 ini, pelayanan untuk kemajuan masyarakat desa Bapinang Hulu lebih meningkat dari periode sebelumnya. 
Selamat, pak Sugianur, semoga sehat dan sukses...

Kepala Desa Panyaguan : H. Hasanudin

H.Hasanudin
Pada hari Kamis, 19 April 2012 di Kantor Bupati Kotawaringin Timur, H. Hasanudin diangkat menjadi Kepala Desa Panyaguan oleh Bupati Kotim, Sopian Hadi. Dalam pengangkatannya tersebut, H. Hasanudin secara langsung diangkat menjadi Kepala Desa definitif.
Desa Panyaguan adalah sebuah desa hasil pemekaran dari Desa Bapinang Hulu, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Karena langsung diangkat menjadi Kepala Desa definitif, kegiatan yang dilakukan oleh H. Hasanudin sekarang ini adalah langsung memimpin desa tersebut dan menyusun RPJM Desa untuk 5 tahun kedepan serta meng up-date sdm, sda dan kewilayahannya.
Selamat bekerja pak Haji semoga sehat dan sukses...

FpIC : Apakah hanya sampai pada sepakat atau tidak sepakat saat menerima informasi awal ?

(sebuah catatan iseng)
mungkin hanya pejalan kaki saja yang bingung dengan pengertian FpIC di Indonesia, mengapa bingung? hal yang membingungkan adalah jika FpIC di bahasa Indonesia-kan (seperti yang sudah beredar di berbagai media), mungkin pada praktek pelaksanaannya hanya sekedar memberikan informasi awal saja dan pada hari itu juga sebagian kecil masyarakat, pengusaha dan sepengetahuan pemerintahan setempat mengatakan bersepakat atau pun tidak bersepakat untuk menjalankan kegiatan yang sudah diinformasikan awal tadi.
Melihat beberapa "kejadian" tentang wilayah lahan, tanah serta kepemilikannya di Nusantara yang masih hangat sampai saat ini, mungkin salah satu penyebab terjadinya hal tersebut adalah berawal dari sebagian besar warga tidak mendapat informasi yang jelas (hanya sebagian kecil warga tahu) ataupun mungkin juga informasi disebar ke warga yang luas namun "dipelintirkan" oleh oknum warga yang ikut dalam ruang kesepakatan demi suatu keuntungan. 
Sebuah kesempatan besar dan tidak memerlukan waktu panjang dan dana yang besar untuk pelaku FpIC jika dalam pelaksanaannya seperti di atas.

FpIC : tulisan sangat pendek dari seorang pejalan kaki

Di dunia LSM ataupun kalangan Pergerakan Sosial lainnya, setidaknya mengenal apa itu FpIC. Secara umum, FpIC merupakan singkatan dari Free, prior and Informed Consent (persetujuan/kesepakatan tanpa ada paksaan atas dasar informasi awal) adalah sebuah gagasan yang menyangkut tentang :
- Informasi awal pra-kegiatan
- Keterlibatan Warga
- Kesetaraan dalam pemanfaatan wilayah sekitar.
- Perjanjian kerjasama/tidak kerjasama

Mengapa perlu ada FpIC di Indonesia ? mungkin jawaban sedikit benar adalah melihat dan membaca kembali sila dan butir di Pancasila dan pasal-pasal di UUD 1945 ditambah kesepakatan dan Deklarasi PBB tentang HAM dalam perihal pengakuan dan keterlibatan warga.
Jawaban lain, mungkin karena era reformasi yang mengarah pada era keterbukaan, peran serta/partisipasi warga wajib dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Dan dalam keputusannya,  bersepakat ataupun tidak bersepakat itu merupakan pilihan warga yang mempunyai hak untuk itu.

Kegiatan Konsultasi Publik oleh PT. RMU
Bagaimana FpIC itu dilakukan ?, berdasarkan pengalaman dari melihat dan mendengar pada pemberian informasi awal, contoh nyata datang dari PT. RMU (Rimba Makmur Utama) yang mengadakan kegiatan Konsultasi Publik di Kecamatan Seranau dan Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur tentang rencana usaha kegiatan Restorasi Ekosistem. Yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, pihak PT. RMU, Dinas LH Kalteng, Dinas Kehutanan, Camat, Koramil, Kapolsek, para Kepala Desa, Guru, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat. Dalam acara Konsultasi Publik tersebut, pihak  PT. RMU menjelaskan bahwa akan ada rencana usaha kegiatan Restorasi Ekosistem pada hutan alam yang rujukannya pada SK Menteri Kehutanan nomor 273/Menhut-II/2009 tentang Pencadangan Hutan untuk Areal IUPHHK-RE dalam hutan alam pada Hutan Produksi seluas 349.860 Ha yang berada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Katingan Propinsi Kalimantan Tengah. . Dalam pelaksanaannya, pedoman usaha Restorasi Ekosistem seperti termuat pada Peraturan Pemerintah no 6 Tahun 2007 Jo Peraturan Pemerintah no 3 Tahun 2008 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Pengelolaan Hutan, Serta Pemanfaatan Hutan yang salah satu pasal-nya menyatakan tentang maksud UPHHK pada hutan alam adalah...(lihat pada PP tersebut). Pada lanjutannya, sosialisasi Upaya Pengelolaan lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) adalah salah satu instrumen pengelolaan lingkungan yang merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan ijin bagi PT RMU yang akan melaksanakan suatu usaha/kegiatan di daerah tersebut.

Bagaimana tanggapan para hadirin pada acara Konsultasi Publik ini? pada acara ini ada sesi tanya jawab, yang merasa paham berani bertanya walaupun ada yang keluar dari jalur pembicaraan, dan yang tidak bertanya bukan berarti tidak paham namun faktor keberanian untuk bertanya saja yang tidak muncul dan berani bertanya ketika acara tersebut selesai.
Contoh pertanyaan yang pernah didengar antara lain, Bagaimana dengan handil (sungai buatan) yang saya punya yang berada di calon kawasan RE ? Bagaimana dengan penghasilan Jelutung yang ada di calon kawasan tersebut ? Bagaimana dengan keterlibatan para guru serta masyarakat lainnya yang menggantungkan hidup di hutan ?. Jawaban yang pernah didengar dari pihak PT. RMU atas pertanyaan yang diajukan adalah pada dasarnya warga diperbolehkan dan tidak melarang untuk memanfaatkan hasil hutan tanpa menebang kayunya sesuai dengan moratorium ilegal logging, karena usaha kegiatan ini yaitu memulihkan hutan dan menjaga ekosistem didalamnya, maka diperlukan peran aktif warga sekitar wilayah ini untuk terlibat bersama-sama dalam pelaksanaanya.

Bagaimana Peran LSM atau Pergerakan Sosial lainnya tentang FpIC ini ? LSM hadir karena adanya ketimpangan dalam pengurusan warga negara. Peran LSM adalah sebagai transformator yang mempunyai fungsi untuk menginformasikan berbagai rencana kegiatan dari siapapun kepada segenap warga berdasarkan pada hak dan kewajibannya. Namun pada akhirnya, LSM tidak dapat atau bukan menjadi Pengambil Keputusan pada FpIC, karena yang mempunyai hak tersebut adalah warga.

Bupati Katingan, Duwel Rawing : Katingan Telah Jadi Perhatian Dunia

Pada dasarnya, di acara Workshop dan Pameran Photovoices di Gedung Selawah Pemda Katingan, Rabu, 16-05-2012, Bupati Katingan, Bapak Duwel Rawing menyebutkan bahwa Kabupaten Katingan
menyambut antusias dengan terlaksananya program Photovoices Internasional di empat desa yang terletak di Kecamatan Mendawai dan Kecamatan Kamipang. Hal ini bisa menjadi bukti bahwa saat ini Kabupaten Katingan telah menjadi perhatian dunia, ujar Bupati.


sumber photo : Liputan Kalteng Pos, 17 mei 2012

KATINGAN : "Masa Depan Berkelanjutan di Mata Masyarakat Katingan"

Pemberitahuan :

Bahwa acara Workshop dan Pameran Photo yang bertajuk :

KATINGAN : "Masa Depan Berkelanjutan di Mata Masyarakat Katingan"  akan dilaksanakan pada hari Rabu, 16 Mei 2012 di Aula Serba Guna Pemerintahan Kabupaten Katingan.

Terima Kasih



Pameran Photo ini terbuka untuk umum


MAY DAY (Asal Mula Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei)

Untuk mengenang insiden Haymarket, 1 Mei dijadikan sebagai Hari Buruh Internasional.

Sebuah peradaban besar dunia seringkali ditandai dengan adanya suatu bangunan adikarya yang menjadi masterpiece. Banyak orang menyebutnya sebagai keajaiban dunia atau wonders. Tapi seringkali wonders tersebut identik dengan raja, penguasa, dan dinasti pembuatnya. Dan melupakan jutaan buruh yang membangunnya: Yang rata-rata berusia hanya hingga 30 tahun, atau mungkin bekerja sepanjang hari dan malam tanpa upah, dengan status budak.
Mesir Kuno memiliki Piramid. Salah satunya merupakan piramid agung di Giza, yang dibangun sekitar 5000 tahun yang lalu. Konon piramid ini bisa terlihat dari bulan. Selain memiliki fisik mengagumkan, piramid Giza juga membuat kagum para ahli arkeologi karena akurasi ordinasinya yang mengacu pada rasi bintang Orion. Juga karena kerumitan bentuk ruang di dalamnya, dengan banyak ruang rahasia dan diindikasi penuh harta karun. Walau demikian, Piramid tetap identik dengan Pharaoh (Firaun), dan terlupakan pula jasa jutaan buruh yang membangunnya selama tiga dasawarsa.
Demo buruh (VIVAnews/Anhar Rizki)

China memiliki Tembok Besar yang membentang sepanjang 6.700 kilometer. Tembok yang katanya bisa dilihat dari bulan tersebut dibangun sebagai pertahanan terhadap musuh yang datang dari utara. Tembok ini dibangun oleh beberapa dinasti dari sekitar abad 5 SM hingga abad ke 16. Tapi yang dikenang adalah Kaisar Qin Shihuang sebagai pemrakarsa dalam pembangunan tembok secara masif pada 220 SM. Maka terlupakanlah jasa 2 hingga 3 juta buruh yang mati dalam pembangunannya.
Hal ini mencetuskan pertanyaan menarik: Ketika peran buruh sering terlupakan, apakah peradaban merupakan manifestasi ego penguasa? Apakah peradaban adalah wujud dari megalomaniak seorang raja yang ingin memperlihatkan kebesarannya? Atau mungkin sekedar membuat bangunan indah untuk mendiang istrinya?
Namun kemudian sejarah mencatat bahwa para buruh melakukan perlawanan ketika peran mereka terlupakan. Para buruh menolak untuk bekerja selama 19 – 20 jam perhari dengan upah yang sangat minim.
Kemudian pada tanggal 1 Mei 1886 sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demo besar-besaran selama empat hari di Chicago. Demo itu kemudian berujung pada penangkapan dan penembakan terhadap para aktifis buruh, yang kemudian dikenal sebagai insiden Haymarket. Untuk memperingati insiden Haymarket, para buruh kemudian menjadikan 1 Mei sebagai Hari Buruh International, yang lebih populer disebut May Day.
Mungkin May Day merupakan sebuah momentum yang mengingatkan manusia. Bahwa peradaban (yang dibangun dari cipta, rasa, dan karsa manusia) idealnya menghargai setiap lapisan masyarakat. Peradaban bukanlah manifestasi individualisme sekelompok manusia untuk mengeksploitasi manusia yang lain. Walau sejarah pernah mencatat bahwa eksploitasi dan ekspansi pernah menjadi bagian dari peradaban di masa lalu, bukan sebuah dosa untuk berharap terciptanya peradaban masa depan yang lebih baik. (Bayu Galih)

sumber informasi : http://tinulad.wordpress.com/2008/05/03/may-day/

KATINGAN : "Masa Depan Berkelanjutan di Mata Masyarakat Katingan"

Sebuah acara Workshop dan Pameran Photo  yang bertajuk : " Masa Depan Berkelanjutan di Mata Masyarakat Katingan " akan dilangsungkan di Aula Serba Guna Pemerintahan Kabupaten Katingan pada tanggal 9 - 10 Mei 2012. Hal menarik adalah semua photo yang dipamerkan merupakan hasil jepretan tangan warga Kabupaten Katingan di wilayah sumber daya alamnya, sumber manusianya serta lingkungan dan kebudayaannya. Acara ini merupakan kerjasama antara :
- Pemerintahan Kabupaten Katingan
- PhotoVoices
- Yayasan Puter Indonesia
- Clinton Climate Initiative (CCI)
- PT. Rimba Makmur Utama (RMU)
- Hewlett Packard (hp)

Pameran Photo ini terbuka untuk umum

Subsiden...

Beberapa waktu lalu, sebagian warga yang mengikuti program pemulihan lahan gambut di daerah Sampit dan sekitarnya melalui penanaman pohon keras jenis karet menanyakan : mengapa beberapa tahun ini tanaman karet muncul akarnya ke permukaan tanah, apakah akar karetnya yang ingin keluar atau tanah gambutnya yang turun ?

Contoh Subsiden pada Pohon Karet di lahan Gambut

Mendengar pertanyaan tersebut, secara sederhana dijawab bahwa hal itu disebabkan oleh turunnya permukaan tanah gambut atau lebih terkenal dengan nama Subsiden.
Subsiden terjadi karena beberapa hal, yaitu :
1. banyaknya pembuatan saluran air
2. seringnya banjir pasang surut
3. seringnya kebakaran lahan gambut
akibat 3 hal tersebut, maka lahan gambut yang ada di wilayah kerokan hantipan ataupun di Sampit dan sekitarnya akan mengalami penurunan permukaan tanah oleh tekanan dari atasnya yang menyebabkan beban lapisan-lapisan yang ada pada lahan gambut.

Contoh Subsiden pada Pohon Karet di Lahan Gambut
Yang jelas munculnya akar pohon karet ke atas permukaan tanah bukan karena akarnya yang ingin keluar...

Penebang Kayu itu adalah sahabatku...

Awalnya, saya sangat dicurigai dan selalu diintip ketika kaki ini melangkah kemana pun arahnya. Bisik-bisik mereka agak sulit ditangkap karena beda bahasa, namun melihat roman wajah mereka semuanya berbisik tentang sepak terjang saya di daerahnya. Saya hanya bisa bersabar menghadapi hal seperti ini, meski teman-teman di kampung berpengaruh cukup kuat namun untuk hal kegiatan sehari-hari mereka adalah hal yang cukup mengganggu bagi mereka.



Tidak terasa, sudah 5 bulan saya berdiam didaerah itu, aktifitas terus berjalan mulai dari bapak-bapak dalam budidaya karet, ibu-ibu dalam pembuatan minyak lala (kelapa), anak-anak dalam kegiatan Calistung (baca, tulis, hitung) dan pendokumentasian adat dan budaya warga setempat, mereka yang tadinya curiga sedikit-sedikit sudah bisa duduk bersama di tanah gambut yang masih berair. Kadang-kadang mereka membangunkan tidur ketika jam masih menunjukkan pukul 06.02 WIB, saya hanya bisa tersenyum walau mata ini agak sulit dibuka lebar. Mereka merasa kehilangan ketika saya mendapat giliran pulang ke Bandung meski hanya 14 hari lamanya, hp sulit sekali untuk diam.


Yach, itulah hasil dari kesabaran, karena kedatangan saya pun ke situ bukan untuk mengganggu kehidupan mereka. Satu tahun sudah lewat, mereka tetap berjuang untuk menghidupi keluarganya. Dan ketika suatu hari mereka akan diliput oleh wartawan Reuters, mereka tidak keberatan karena itu adalah penghidupan satu-satunya yang bisa dikerjakan. Saya hanya bisa termenung menyaksikan mereka beraktifitas, namun dalam hati ini, saya hanya bisa berdo'a supaya mereka selalu sehat agar kehidupannya tetap terjaga juga untuk keluarganya.
Namun dalam hati yang terdalam, saya ingin mengalihkan kehidupannya yang sampai saat ini masih berlangsung ke hal yang lain, namun saya tidak sanggup untuk itu...

Sumber Photo : http://blogs.reuters.com/environment/2010/11/26/making-redd-work-for-illegal-loggers/

Antri BBM di SPBU Jl. Pelita Sampit

BBM di Kalimantan Tengah, khususnya di kota Sampit sangat dibutuhkan, apalagi proyek perkebunan besar di kota tersebut sedang berkembang. Namun dalam kenyataannya, hanya 1 jam saja bbm jenis solar habis dan mensiasati untuk mengisi bbm solar dengan tidak membeli di eceran yang harganya 5.500-6.000 yach menunggu berjam-jam. Itu pilihan para sopir dengan alasan operasional bbm yang terbatas. Beberapa sopir truk lebih memilih bbm solar lebih baik naik dengan pasokan selalu ada daripada murah namun berjam-jam malah seharian menunggu. Entahlah, sampai kapan harus begini, yang rugi rakyat juga...

Truk antri BBM cukup panjang

memang kesal kalau antri terlalu panjang

apakah masih ada bbm nya, canda para sopir

wow, baru diisi lagi tuch bbm

7 jam berjuang demi 76 liter solar