Tampilkan postingan dengan label Arwin Hasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arwin Hasan. Tampilkan semua postingan

Pulau Hanaut

Pulau Hanaut adalah sebuah hamparan daratan diantara dua jalur aliran sungai Mentaya. Posisinya terletak di daerah Samuda dan Bapinang. Panjang pulau ini adalah 1.986 m dengan lebar 438 m namun tidak merata lebarnya. Menurut cerita dari warga Desa Hanaut, dinamakan Hanaut karena adanya perkawinan antara Hana dan Uut di tempat ini, jadinya dinamakan Pulau Hanaut.

Pulau Hanaut
Secara administrasi, wilayah Pulau Hanaut ini dibagi dua menjadi wilayah desa Basirih Selatan dengan Desa Bapinang Hulu.
Nama Pulau Hanaut dipakai untuk penamaan Kecamatan, yaitu Kecamatan Pulau Hanaut. Sampai saat ini di dalam Kecamatan Pulau Hanaut ada 14 desa, yaitu :
1. Satiruk
2. Serambut
3. Bantian
4. Bapinang Hilir Laut
5. Hantipan
6. Babirah
7. Bapinang Hilir
8. Babaung
9. Panyaguan
10. Bamadu
11. Bapinang Hulu
12. Hanaut
13. Makarti Jaya
14. Rawasari

Data penduduk Kecamatan Pulau Hanaut, Maret Tahun 2014 adalah sebanyak 16.976 jiwa, dengan sumberdaya alam unggulan Kelapa Dalam, Karet, Durian, Pertanian dan Perikanan.

May Day - Hari Buruh Internasional


Buruh, Pekerja, Tenaga Kerja atau Karyawan pada dasarnya adalah manusia yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan berupa pendapatan baik berupa uang maupun bentuk lainya kepada Pemberi Kerja atau pengusaha atau majikan
Pada dasarnya, buruh, Pekerja, Tenaga Kerja maupun karyawan adalah sama. namun dalam kultur Indonesia, "Buruh" berkonotasi sebagai pekerja rendahan, hina, kasaran dan sebagainya. sedangkan pekerja, Tenaga kerja dan Karyawan adalah sebutan untuk buruh yang lebih tinggi, dan diberikan cenderung kepada buruh yang tidak memakai otot tapi otak dalam melakukan kerja. akan tetapi pada intinya sebenarnya keempat kata ini sama mempunyai arti satu yaitu Pekerja. hal ini terutama merujuk pada Undang-undang Ketenagakerjaan, yang berlaku umum untuk seluruh pekerja maupun pengusaha di Indonesia.
Buruh dibagi atas 2 klasifikasi besar:
  • Buruh Profesional - biasa disebut buruh kerah putih, menggunakan tenaga otak dalam bekerja
  • Buruh Kasar - biasa disebut buruh kerah biru, menggunakan tenaga otot dalam bekerja
dikutip dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Buruh

bekerja untuk anak dan keluarga

Selamat Hari Buruh Indonesiaku...
May Day, 1 Mei 2014

Di Desa Terantang, Seranau, Setelah Shalat Tarawih Mencoba Main Bulu Tangkis di Lapangan Outdoor

Bulan Ramadhan tidak mengendurkan niat olahraga para pemuda di Desa Terantang. Setelah Sepak Bola libur, kini beralih ke olah raga bulu tangkis di lapangan milik Budianto. Dari hari ke hari, setiap malamnya kedatangan peminat olah raga ini meningkat. Mulai dari yang baru pegang raket sampai yang sudah bisa main berbaur untuk mencoba bermain di bawah terangnya lampu neon dan beralaskan pasir dengan gembira.
Namun jika ada angin, mereka menghentikan sejenak permainan sambil menunggu redanya angin. Dan ceritanya akan bubar jika datang hujan dan mati lampu.
Sistem permainan mengikuti permainan internasional. Dan dalam permainannya, setiap yang kalah diwajibkan membayar bola kok yang dipakai dalam permainan tersebut.
Iseng-iseng beberapa malam mencoba, asyik juga, selain berkeringat juga bola kok - nya dibayarin lawan, he..he..he...


siap-siap bermain

wasit siap menjalankan tugas

lebih asyik tidak pakai alas kaki

Di Desa Terantang, Kotim PS. Putera Mentaya mulai mengikuti Tournament Gerindra Cup 2013

Pada akhir bulan Mei 2013, PS Putera Mentaya mulai mengikuti Tournament Gerindra Cup 2013. Semua pemain PS Putera Mentaya merupakan asli penduduk desa Terantang. Dan pada pertandingan yang menggunakan sistem gugur, PS Putera Mentaya mengalami kekalahan dari PS Bintang Timur, Desa Cempaka Timur. PS Putera Mentaya mengakui kekalahan tersebut dengan senyum dan berbesar hati, karena tim ini baru dimulai dan menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan kualitas permainan yang dilandasi oleh prinsip kekeluargaan dan menjunjung tinggi fair play. selamat berlatih kawan...
Tim inti ps. putera Mentaya

lapangan becek tidak mengendurkan semangat bermain

senyum dan penuh kekeluargaan

Sampit - Palangka Raya KM 9,4 Terbakar

Pada hari Selasa, 02-10-2012, 3 blok kebun warga terbakar..., atau sengaja dibakar...


KM 9,4 Sampit - Palangka

sekitar 3 Ha dibiarkan terbakar

Marhaban Yaa Ramadhan.... 1433 H

Selamat menjalankan Ibadah Puasa 1433 H
Semoga dalam menjalankannya selalu dalam Lindungan dan Ridho Lillahita'ala, amin....
-arwinhasan-

MAY DAY (Asal Mula Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei)

Untuk mengenang insiden Haymarket, 1 Mei dijadikan sebagai Hari Buruh Internasional.

Sebuah peradaban besar dunia seringkali ditandai dengan adanya suatu bangunan adikarya yang menjadi masterpiece. Banyak orang menyebutnya sebagai keajaiban dunia atau wonders. Tapi seringkali wonders tersebut identik dengan raja, penguasa, dan dinasti pembuatnya. Dan melupakan jutaan buruh yang membangunnya: Yang rata-rata berusia hanya hingga 30 tahun, atau mungkin bekerja sepanjang hari dan malam tanpa upah, dengan status budak.
Mesir Kuno memiliki Piramid. Salah satunya merupakan piramid agung di Giza, yang dibangun sekitar 5000 tahun yang lalu. Konon piramid ini bisa terlihat dari bulan. Selain memiliki fisik mengagumkan, piramid Giza juga membuat kagum para ahli arkeologi karena akurasi ordinasinya yang mengacu pada rasi bintang Orion. Juga karena kerumitan bentuk ruang di dalamnya, dengan banyak ruang rahasia dan diindikasi penuh harta karun. Walau demikian, Piramid tetap identik dengan Pharaoh (Firaun), dan terlupakan pula jasa jutaan buruh yang membangunnya selama tiga dasawarsa.
Demo buruh (VIVAnews/Anhar Rizki)

China memiliki Tembok Besar yang membentang sepanjang 6.700 kilometer. Tembok yang katanya bisa dilihat dari bulan tersebut dibangun sebagai pertahanan terhadap musuh yang datang dari utara. Tembok ini dibangun oleh beberapa dinasti dari sekitar abad 5 SM hingga abad ke 16. Tapi yang dikenang adalah Kaisar Qin Shihuang sebagai pemrakarsa dalam pembangunan tembok secara masif pada 220 SM. Maka terlupakanlah jasa 2 hingga 3 juta buruh yang mati dalam pembangunannya.
Hal ini mencetuskan pertanyaan menarik: Ketika peran buruh sering terlupakan, apakah peradaban merupakan manifestasi ego penguasa? Apakah peradaban adalah wujud dari megalomaniak seorang raja yang ingin memperlihatkan kebesarannya? Atau mungkin sekedar membuat bangunan indah untuk mendiang istrinya?
Namun kemudian sejarah mencatat bahwa para buruh melakukan perlawanan ketika peran mereka terlupakan. Para buruh menolak untuk bekerja selama 19 – 20 jam perhari dengan upah yang sangat minim.
Kemudian pada tanggal 1 Mei 1886 sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demo besar-besaran selama empat hari di Chicago. Demo itu kemudian berujung pada penangkapan dan penembakan terhadap para aktifis buruh, yang kemudian dikenal sebagai insiden Haymarket. Untuk memperingati insiden Haymarket, para buruh kemudian menjadikan 1 Mei sebagai Hari Buruh International, yang lebih populer disebut May Day.
Mungkin May Day merupakan sebuah momentum yang mengingatkan manusia. Bahwa peradaban (yang dibangun dari cipta, rasa, dan karsa manusia) idealnya menghargai setiap lapisan masyarakat. Peradaban bukanlah manifestasi individualisme sekelompok manusia untuk mengeksploitasi manusia yang lain. Walau sejarah pernah mencatat bahwa eksploitasi dan ekspansi pernah menjadi bagian dari peradaban di masa lalu, bukan sebuah dosa untuk berharap terciptanya peradaban masa depan yang lebih baik. (Bayu Galih)

sumber informasi : http://tinulad.wordpress.com/2008/05/03/may-day/

Nanga Bulik : hasil cerita selama 12 menit tentang arti Nanga Bulik

Penginapan Sederhana di Nanga Bulik
Dalam perjalanan dari Kota Sampit - Kudangan (perbatasan Kal-Bar) dengan menggunakan roda dua sangat melelahkan, apalagi cuaca hari itu hujan-panas-hujan, kebetulan hari menjelang malam akhirnya diputuskan untuk mencari penginapan di sekitar kota Nanga Bulik, butuh waktu lama juga karena baru kali itu menginjakkan kaki di bumi Lamandau. Akhirnya menemukan penginapan sederhana dan berada dibibir sungai Lamandau, kebetulan juga nama penginapan itu adalah "SEDERHANA".

Sungai Lamandau dan letak Muara
  Seperti biasa, empu-nya penginapan menanyakan surat identitas, setelah itu mempersilahkan untuk menginap (karena identitas lengkap, he..he..he..). Mungkin karena ingin mengetahui tentang kota Nanga Bulik, dengan menanyakan sambil ngobrol kesini-kesana, empu-nya menceritakan bahwa Nanga Bulik adalah muara pertemuan 2 sungai yang air berputar-putar (bolak-balik). Ketika jaman kayu, selalu saja ada persembahan untuk selamat jika melewati pertemuan 2 sungai itu. Dan ternyata Muara itu tidak jauh dari penginapan Sederhana yang berjarak sekitar 341 meter. Mungkin hanya keburu malam cerita tentang Nanga Bulik hanya 12 menit saja.

Sebuah Perasaan Untuk Indonesia-ku

Perasaan-ku, kejadian di Indonesia seperti dibiarkan mengalir begitu saja...
padahal itu merupakan buih-buih penghancuran hukum dan keretakan NKRI...
bencana kemanusiaan satu-satu muncul...
kemiskinan, demo tanah, demo buruh, demo hukum sampai bencana bernuansa SARA
aneh, semuanya seperti dibiarkan saja..., apa sedang menjalankan politik "Pembiaran"
Pancasila dan UUD 1945 dikemanakan... !!!
Apa sedang menunggu "RAkyat bersaTU Ankat beDIL" (RATU ADIL)...
Ayo bangun, lihat, dengar dan jalankan amanat rakyat...


-Perasaanku-

Indonesia-ku

Menangislah yang keras Indonesia-ku
Berteriaklah yang lantang Indonesia-ku
Mengapa kau selalu menghampiri-ku
Walau ku sadar kau tetap akan datang

                                      Kemarin menangis...
                                      Hari ini menangis...
                                      Mengapa kau selalu menangis Indonesia-ku
                                      Walau ku sadar bahwa itu sebuah pilihan

Bencana alam selalu datang tanpa terduga...
Bencana kemanusiaan silih berganti seperti bersambung...
Bencana-bencana tiada henti untuk Indonesia-ku
Walau ku sadar ini adalah peringatan-Nya untuk berpikir dan berbuat baik


                              Aku hanya bisa melihat tentang Indonesia-ku
                              Aku hanya bisa mendengar tentang Indonesia-ku
                              Aku hanya bisa terdiam dan tak berdaya
                              Walau ku sadar aku hanya baru bisa untuk menulis 
                               tentang Indonesia-ku ini...

-Arwin MH 25012012-

Selamat Tahun Baru 2012 : Naga Air 2563

Selamat Tahun Baru 2012
dengan semangat teguh di tahun Naga Air 
"semoga kebaikan, kesuksesan dan kesehatan selalu dilimpahkan kepada kita semua oleh Allah SWT, Amin..." 

Kereng Pangi : Walaupun sudah dilarang...............

                          membuka tenda untuk berteduh sekaligus menginap

                                    lubang-lubang Emas menjadi kolam besar

                          pohon kayu mana lagi yang menghalagi lubang Emas itu

Yach...., walaupun sudah dilarang keras dalam pertambangan logam Emas di Kereng Pangi, tapi tetap karena kebutuhan dapur dan tangisan anak minta susu mereka kembali..., dan tak ada pilihan lain lagi..

Speedboat Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama Akan mati ?

Geliat pembangunan infrastruktur bidang transportasi jalan darat di Kalteng cukup pesat. Seperti biasa, pembangunan adalah hal yang sangat menguntungkan sekaligus merugikan untuk penggiat ekonomi pencaharian. Bisa direka dengan pembangunan jembatan di sungai Kotawaringin Lama yang menurut rencana menghubungkan transportasi darat dengan Pangkalan Bun sedikitnya bisa membuat gusar penggiat ekonomi pencaharian, salah satunya adalah pengusaha speedboat yang sudah lama beraktifitas dalam transportasi Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama. 

 Pelabuhan Speedboat Pangkalan Bun

 Pelabuhan Speedboat Kotawaringin Lama

Jembatan Kotawaringin Lama

Menurut beberapa nahkoda speedboat, dengan adanya jembatan itu kebanyakan menyebutkan sedikit banyaknya akan mengurangi jumlah penumpang. Dengan biaya Rp 60000 sekali jalan yang berdurasi antara 45 menit - 60 menit itu jika berpenumpang 3 orang akan merugi dalam biaya operasional. Namun yang menarik, para nahkoda mendukung dengan adanya pembangunan ini sepanjang menguntungkan warga banyak. Disisi lain, akankah pola berpikir mereka memanfaatkan jembatan tersebut dengan mengganti mata pencaharian? Mungkin jawabannya ada pada mereka masing-masing, karena mereka berpikir hidup ini penuh perjuangan.

Kudangan : aku pun tersungkur lemah...

Orang sunda itu seharian menyusuri jalan mulai dari kota Nangabulik untuk sampai ke desa Karang Mas (batangkawa) yang merupakan desa terujung dari Propinsi Kalimantan Tengah. Jalan yang ditelusuri mulai dari yang beraspal mulus sampai lumpur tanah. sawit, pertanian, hutan terdegradasi sampai hutan alam yang mengagumkan masih terlihat di wilayah ini. sangat beruntung, motor supraX 125 cukup tangguh melewati medan tanjakan dan turunan yang licin dan berlumpur. ada hti, hph di daerah ini tapi tidak menunjukkan aktifitasnya. air sungai yang bening, padi tugal di perbukitan serta pondok warga lokal menyatu dengan alam sekitarnya. sesampainya di desa Karang Mas, hal pertama yang dilakukan adalah mencari warung untuk membeli bahan bakar minyak bensin, berapa pun harganya pasti dibeli yang penting barang itu ada, he...he...he.... Hal lumrah ketika warga lokal heran sekaligus ingin tahu maksud dan tujuan datang ditambah melihat kondisi pakaian yang sudah menyatu dengan tanah-tanah jalanan. yang jelas, karena sedang musim kayau beberapa warga menyarankan untuk berhati-hati dalam perjalanan menuju penginapan di desa Sepoyu atau di desa Kudangan Kecamatan Delang. hari sudah beranjak sore dan bersiap meninggalkan desa dengan berpamitan, dan rasa tenteram karena bahan bakar penuh ternyata bercampur juga dengan rasa sedikit takut kemalaman di jalan, tak segan tanjakan dan turunan licin lumpur dan berbatu disikat habis sambil memperhitungkan batas kecepatan normal motor supaya sedikit tidak rusak. jam hp menunjukkan pukul 18.34 WIB dan tiba di pertigaan sepoyu delang dan motor pun sedikit dinaikan gasnya karena jalanan sudah beraspal dicampur tanah merah keras. tak terasa penginapan sepoyu pun terlewat dan entah kenapa gas motor sepertinya tidak mau turun dan kepalang tanggung untuk menuju desa kudangan yang belum pernah tahu dan dimana letaknya. akhirnya sekitar pukul 20.12 WIB tiba di desa Kudangan yang hening tapi meriah dan banyak truk-truk pengangkut istirahat di desa ini. penginapan pun di dapat, seperti punya rasa penasaran yang kuat untuk mencoba minuman lokal (milo) yang wangi dan menghangatkan untuk meluruskan kembali struktur tulang, sendi dan urat darah. hal itu sangat mudah didapat dan banyak beredar karena sudah tradisi warga lokal. dan mencoba milo sambil berbincang dengan warga, entahlah baru 1 gelas kecil, bagian tubuh mulai dari mata, kepala sampai sendi tulang seolah berputar kencang dan lemas seperti ada gempa di tempat itu, aku pun menyerah untuk tidur namun sampai malam terus berputar kepala ini dan panas, akhirnya tempat mandi disulap menjadi tempat tidur sementara, yach ..., setelah seharian berjalan di kudangan aku tersungkur lemas...