BIORANGPOS = BioChar + Kompos


Menurut Informasi dari warga Desa Terantang, Seranau pada tanggal 14-15 Januari 2013, Desa Terantang kedatangan para ilmuwan pengelolaan tanah gambut, diantaranya Prof. Osaki dari Universitas Hokkaido Jepang, Dr. Antonius dari LIPI Bogor, dan Dr. Maman T dari Puskonser Kehutanan (FORDA) Bogor.
Dari kegiatannya yang dilakukan adalah pembuatan Biochar dan Kompos dan singkat cerita pembuatan 2 kegiatan tersebut disepakati menjadi nama BIORANGPOS.
Menurut warga, sangat senang dengan kegiatan ini dan bertambah pengetahuan tentang pembuatan teknologi pemupukan dan perawatan tanaman mereka.


Pembakaran Bambu pada Tungku Bakar_Biochar

Setelah menjadi arang di guyur air_Biochar

Membuat tumpukan seresah, daun hijau, kotoran sapi_Kompos

Penebaran arang bambu pada tumpukan kompos_Biorangpos

Penutupan Kompos bercampur arang_Biorangpos

Ditutup untuk dibuka pada 3 minggu berikutnya_biorangpos

Cara Sederhana menimbulkan Klotok/Sampan yang Karam


Di aliran sungai Mentaya, Kotawaringin Timur bagian tengah dikenal dengan adanya pasang surut sungai tersebut. Dengan keadaan sungai tersebut ditambah cuaca hujan sering terjadi karamnya klotok/sampan warga sekitar yang menyimpan di batangnya.
Namun ada beberapa pengalaman sebagian warga tentang bagaimana menimbulkan klotok/sampan yang karam seperti dibawah ini :


langkah 1 : mengangkat ujung depan klotok/sampan
langkah 2 : mengangkat ujung belakang sambil digoyang

langkah 3 : naik pada klotok dan siapkan gayung
langkah 4 : buang air dari klotok/sampan dengan gayung
langkah 5 : klotok/sampan sudah timbul dan siap dipakai kembali